Penertiban Kawasan Bundaran, Pedagang: Jangan Asal Usir, Tapi Kasih Tempat!

Penertiban Kawasan Bundaran, Pedagang: Jangan Asal Usir, Tapi Kasih Tempat!

Penertiban Kawasan Bundaran, Pedagang: Jangan Asal Usir, Tapi Kasih Tempat! -Radar Utara / Abdul Gafur-

ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID -  Pemerintah Kelurahan Gunung Alam bersama aparat gabungan, menggelar penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Bundaran Arga Makmur, Senin (15/6/2026) malam. 

Kegiatan yang melibatkan Satpol PP, Lurah Gunung Alam, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas ini dilakukan untuk menertibkan para pedagang yang masih berjualan di atas trotoar.

Lurah Gunung Alam, Nodi, menyatakan bahwa penertiban ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama para pedagang beberapa waktu lalu.

"Berdasarkan kesepakatan dengan para pedagang pada beberapa waktu lalu bahwa pedagang tidak boleh lagi berjualan di atas trotoar di area Bundaran," ujarnya di lokasi penertiban. 

BACA JUGA:Sukseskan Festiva Tabut, Satpol PP Kota Tegur Pedagang dan Juru Parkir

Menurutnya, kawasan tersebut bukan diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan, melainkan kawasan tertib lalulintas untuk digunakan para pengendara.

"Kawasan ini bukan area untuk berjualan, melainkan kawasan tertib lalu lintas," tegas Nodi.

Penertiban ini sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara yang mencanangkan kawasan Bundaran Arga Makmur sebagai ikon daerah.

Dan pusat kuliner ditetapkan di kawasan Alun-alun Rajo Malim Paduko, Kecamatan Arga Makmur yang tertata pada tahun 2026.

Di tengah operasi penertiban, salah seorang pedagang jus buah, Agus, menyampaikan harapannya agar pemerintah tidak hanya menegakkan aturan saja.

BACA JUGA:Tingkatkan Peneguran, Satpol PP Kota Minta Pedagang Patuhi Perda

Tetapi memberikan solusi, dengan menyediakan lokasi dagang yang layak. 

"Kami patuh terhadap aturan, namun kami minta kepada pemerintah atau kelurahan untuk memberikan kami tempat. Jangan asal ditertibkan saja," ujar Agus dengan nada prihatin.

Agus mengaku sudah berjualan di kawasan Bundaran sejak tahun 2020 dan tidak pernah menimbulkan masalah berarti. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: