Kemenag Mukomuko Gencarkan Program BRUS di Kalangan Pelajar
Kekan Kemenag Mukomuko, H Widodo, SH.I, MAP-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Komitmen membangun generasi muda yang berakhlak dan berkarakter terus diperkuat oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko.
Salah satu langkah konkret yang kini digiatkan adalah melalui program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), yang menyasar langsung kalangan pelajar di daerah ini.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang intensif kepada anak-anak remaja usia sekolah, dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif terkait pembinaan moral, etika, serta kesiapan mental dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang kian kompleks.
Kepala Kemenag Mukomuko, H Widodo, SHI, MAP menegaskan bahwa program BRUS merupakan bagian penting dari upaya preventif dalam menjaga generasi muda dari berbagai potensi penyimpangan perilaku, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, hingga degradasi nilai-nilai keagamaan.
BACA JUGA:Transparansi dan Akuntabilitas Teruji, Kemenag Mukomuko Raih Peringkat II IKPA 2026
“Program ini kita giatkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Remaja usia sekolah adalah fase yang sangat rentan, sehingga perlu dibekali dengan nilai-nilai agama dan karakter yang kuat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui sosialisasi BRUS, para pelajar tidak hanya diberikan materi keagamaan secara teoritis, tetapi juga pendekatan yang lebih komunikatif dan relevan dengan kondisi kekinian.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat lebih mudah diterima dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, Widodo menekankan bahwa pembinaan remaja tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan masyarakat.
BACA JUGA:Kemenag Mukomuko Perketat Disiplin, Dorong Kinerja Lebih Optimal
Oleh karena itu, program BRUS juga diharapkan menjadi jembatan kolaborasi dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa tanggung jawab membina generasi muda bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua. Dengan kebersamaan, kita optimis dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: