Harga Pertamax Naik, Masyarakat Dihantui Kenaikan Bapok

Harga Pertamax Naik, Masyarakat Dihantui Kenaikan Bapok

Pelayanan SPBU -Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax Series mengalami kenaikan, setelah Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga.

Walaupun yang mengalami penyesuaian harga cuma Pertamax, masyarakat tetap dihantui dengan kenaikan Bahan Kebutuhan Pokok (Bapok) dan berbagai kebutuhan lainnya.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun mengatakan, penyesuaian harga ini diputuskan, setelah dikordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala.

"Yang tentunya tetap mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, serta harga pasar keekonomian," ungkap Roberth.

Jadi, lanjut Roberth, penyesuaian harga Pertamax ini sudah mengikuti regulasi yang berlaku, dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi.

"Salah satu tujuananya untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan dan kepastian pasokan energi berkualitas bagi masyarakat serta pendistribusiannya berjalan optimal," kata Roberth.

Menurut Roberth, pihaknya senantiasa berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas produk BBM di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Bengkulu dan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

“Kami memastikan pasokan Pertamax tetap aman, serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina," tegas Roberth.

Disisi lain, Roberth menyampaikan, untuk pendistribusian BBM bersubsidi, baik jenis Pertalite dan Biosolar, harga jualnya tetap. Dimana Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.

"Jadi untuk harga BB bersubsidi tetap, dalam artian tidak mengalami perubahan," ujar Roberth.

Sementara itu, seiring dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamax tersebut, secara tidak langsung memicu kekhawatiran ditengah-tengah masyarakat, lantaran takut berimbas terhadap kenaikan harga Bapok dan kebutuhan lainnya.

"Kami dengar pemerintah sudah menaikan BBM nonsubsidi. Biasanya ketika harga BBM dikabarkan naik, berimbas pada kenaikan harga kebutuhan," sampai Warga Kelurahan Kebun Ros, Darmadi.

Lebih lanjut Darmadi menyampaikan, kekhawatiran masyarakat ini karena penggunaan BBM nonsubsidi, terutama jenis Pertamax sudah menjadi alternatif ketika Pertalite susah didapat.

"Tapi kami tentunya berharap dengan kenaikan harga Pertamax tersebut, tidak diikuti dengan kenaikan harga-harga kebutuhan lainnya," demikian Darmadi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: