SPMB SMA/SMK Harus Transparan, Gubernur Helmi: Buka Skor Penilaian
Gubernur Helmi Hasan-Radar Utara/ Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - SMA/SMK dan SLB se-Provinsi Bengkulu diminta dan diingatkan untuk transparan, terutama dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran (TA) 2026/2027.
Demikian ditegaskan Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE. Menurut Helmi, transparansi yang dimaksud merupakan kunci penting agar pelaksanaan SPMB dapat berjalan lebih baik, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Yang namanya transparan, sekolah harus berani membuka skor penilaian dalam pelaksanaan atau proses seleksi penerimaan murid baru," ungkap Helmi.
Maka dari itu, lanjut Helmi, dalam kesempatan ini Ia meminta seluruh sekolah menerapkan prinsip keterbukaan, khususnya terkait penilaian skor dalam proses seleksi penerimaan murid baru.
"Penerimaan peserta didik TA 2026/2027 harus berjalan lebih baik dari tahun lalu," tegas Helmi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan SPMB tingkat SMA/SMK Provinsi Bengkulu TA 2026/2027 secara luring dan daring, Rabu 10 Juni 2026.
BACA JUGA:SPMB 2026, SMA/SMK Diingatkan Ikuti Aturan Yang Ada
Menurut Helmi, pengalaman pelaksanaan SPMB tahun lalu harus menjadi pelajaran bersama, dimana dalam seleksi penerimaan murid baru di Bengkulu menjadi perhatian nasional.
"Sekali lagi saya mengingatkan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan penerimaan murid baru, terutama terkait hasil penilaian dan skor peserta dan hari ini kita lakukan evaluasi secara langsung," kata Helmi.
Helmi menjelaskan, pihaknya hanya meminta skor hasil seleksi murid ditampilkan secara terbuka. Jangan sampai ada informasi yang tidak tersampaikan, sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Jadi kita minta agar setiap SMA, SMK dan SLB dapat menindaklanjuti arahan ini," ujar Helmi.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi (Dikbud) Bengkulu, Zulhendri mengatakan, antrean layanan SPMB yang terjadi saat ini, sebagian besar disebabkan banyaknya calon murid yang melakukan pergantian kata sandi.
BACA JUGA:SPMB 2026, SMA/SMK Diingatkan Ikuti Aturan Yang Ada
"Tetapi setelah melakukan perubahan, calon murid lupa dan sandi baru tidak dicatat," beber Zulhendri.
Lebih lanjut Zulhendri mengemukakan, sebagai solusi pihaknya telah menyiapkan layanan daring, yakni melalui akun Gmail untuk melakukan reset akun calon murid.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: