Lestarikan Sejarah, Mukomuko Bakal Gelar Festival Benteng Anna
Pemkab Mukomuko akan segera menggelar festival Benteng Anna-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Semangat pelestarian sejarah dan budaya kembali digaungkan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, daerah ini akan menggelar Festival Benteng Anna yang dipusatkan di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, pada 13 Juni 2026 mendatang.
Festival ini digelar, tujuanya yaitu untuk mengangkat kembali nilai-nilai sejarah yang tersimpan di balik situs Benteng Anna salah satu peninggalan Inggris yang memiliki potensi besar sebagai warisan budaya daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Arni Gusnita, MM, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki misi penting dalam menjaga eksistensi situs bersejarah sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
“Festival ini kita gelar sebagai upaya melestarikan situs peninggalan sejarah yang ada di Mukomuko. Kita ingin masyarakat tahu bahwa daerah kita juga memiliki kekayaan sejarah yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain,” ujarnya.
Menurutnya, Benteng Anna bukan hanya sekadar bangunan tua, tetapi simbol perjalanan panjang sejarah yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Melalui festival ini, pemerintah berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya merawat peninggalan sejarah sebagai bagian dari identitas daerah.
Tidak hanya berfokus pada aspek sejarah, Festival Benteng Anna juga akan dikemas secara menarik dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku seni.
"Di antaranya penampilan seni budaya, jelajah Benteng Anna, serta kegiatan deseminasi hasil kajian sejarah," katanya.
Selain itu, juga akan dilakukan pula ekskavasi dan konservasi sebagai bagian dari upaya ilmiah untuk menggali dan menjaga keaslian situs. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya penelitian dalam mengungkap nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
"Tak kalah menarik, pengunjung juga akan disuguhkan dengan pengenalan seni rupa yang menjadi bagian dari ekspresi budaya lokal. Hal ini sekaligus menjadi ruang bagi para seniman daerah untuk menampilkan karya-karya terbaiknya," benernya.
Arni menambahkan, keterlibatan berbagai pihak dalam festival ini menjadi kunci suksesnya pelaksanaan kegiatan. Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif, sehingga festival ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dalam menjaga warisan budaya.
“Ini bukan hanya kegiatan pemerintah, tapi milik kita bersama. Kita ingin masyarakat ikut meramaikan, menjaga, dan bangga terhadap situs sejarah yang kita miliki,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: