Viral Dugaan Penyiraman Air Keras di Ulok Kupai Beredar Luas di Dunia Maya
Viral Dugaan Penyiraman Air Keras di Ulok Kupai Beredar Luas di Dunia Maya-Radar Utara / Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Kabar dugaan aksi penyiraman air keras yang menyebabkan seorang warga mengalami luka-luka di Desa Bukit Berlian, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, sempat menghebohkan media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Informasi tersebut menjadi viral dan beredar luas di jejaring media sosial (dunia maya) setelah sejumlah akun Facebook membagikan unggahan terkait peristiwa yang disebut-sebut terjadi di wilayah Desa Bukit Berlian (SP4) Kecamatan Ulok Kupai.
Meski ramai diperbincangkan warganet, hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang mengungkap secara rinci kronologi maupun kebenaran dari dugaan aksi penyiraman air keras tersebut.
Kepala Desa Bukit Berlian, Udin Rafiudin, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa peristiwa yang sempat menjadi perbincangan di media sosial itu, disebut terjadi di wilayah desanya.
BACA JUGA:Dugaan Penyelewengan Solar, Polda Bengkulu Geledah UPTD-PP DKP
Namun demikian, pihak pemerintah desa mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana kronologi maupun motif yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Menurut Udin, informasi yang diperoleh pemerintah desa, sejauh ini hanya sebatas bahwa orang yang disebut sebagai korban merupakan warga yang tinggal di Desa Bukit Berlian dengan status mengontrak rumah.
Sementara lokasi kejadian juga disebut-sebut berada di wilayah desanya.
“Kami memang mendengar informasi itu dan peristiwa tersebut disebut terjadi di Desa Bukit Berlian. Namun untuk kronologi maupun motifnya, kami belum mengetahui secara pasti karena tidak ada laporan resmi yang masuk ke pemerintah desa,” ujar Udin.
BACA JUGA:Dugaan Pengeroyokan dan Ancaman Pada Wartawan, Polisi Pastikan Tangani Dengan Profesional
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, korban yang disebut dalam kabar tersebut, sebelumnya diketahui tinggal di Desa Bukit Sari (SP 5) bersama pihak yang disebut-sebut sebagai pelaku.
Namun terkait persoalan yang diduga menjadi pemicu terjadinya peristiwa tersebut, pihak desa tidak mengetahui secara rinci.
“Selama ini yang kami ketahui, korban sebelumnya tinggal di Bukit Sari bersama pihak yang disebut sebagai pelaku. Namun apa persoalannya hingga terjadi peristiwa itu, kami tidak tahu karena tidak ada laporan yang masuk ke desa,” tambahnya.
Bahkan, lanjut Udin, korban yang selama ini diketahui tinggal di Desa Bukit Berlian, juga tidak pernah menyampaikan laporan kepada RT maupun pemerintah desa setempat terkait kejadian yang dialaminya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: