Lewat Semangat GORO dan Karya Bhakti, Perkuat Ketahanan Ekonomi

Lewat Semangat GORO dan Karya Bhakti, Perkuat Ketahanan Ekonomi

Penandatanganan PKS antara Pemprov Bengkulu dengan TNI-Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Lewat semangat Gotong Royong (GORO) dan karya bhakti, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bekerjasama dalam memperkuat ketahanan ekonomi.

Bahkan langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan ketahanan ekonomi melalui kekuatan gotong royong kemasyarakatan dan karya bhakti TNI di Provinsi Bengkulu, Selasa 2 Juni 2026.

Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu, Ir. H. Mi'an mengatakan, kerjasama ini diyakini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Provinsi Bengkulu.

"Sehingga menjadi penting kerjasama yang terjalin, terus diperkuat," ungkap Mi'an dalam kegiatan yang juga dihadiri unsur FORKOPIMDA dan pejabat eselon II lingkungan Pemprov Bengkulu di Makorem 041/Garuda Emas (Gamas).

Apalagi, lanjut Mi'an, kerjasama yang ditandai dengan penandatanganan PKS ini, wujud dukungan dalam pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor ekonomi daerah.

“Jadi, penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung kepada masyarakat Bengkulu ketika diimplementasikan nanti," harap Mi'an.

Sementara itu, Komandan Korem 041/Gamas, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI. Jatmiko Aryanto menegaskan, sudah menjadi komitmen TNI, untuk mendukung pelaksanaan program yang telah disepakati bersama. 

"Sehingga target-target dari pelaksanaan program nantinya, dapat tercapai," ujar Jatmiko.

Menurut Danrem, setiap kegiatan yang dilaksanakan terkait kerjasama tersebut, tentunya dilaporkan secara berkala kepada Pemprov Bengkulu.

"Ini bukan hanya sebagai bentuk transparansi dan sinergi antar lembaga saja, tetapi juga sebagai evaluasi berkala, sudah sejauh mana capaian-capaian program yang dilaksanakan tersebut," papar Danrem.

Lebih lanjut Jatmiko menyampaikan, melalui program ini nantinya, pihaknya juga menargetkan dapat terwujud percepatan pembangunan daerah.

"Tentunya tak lepas dari program pemerintah pusat dan daerah. Maka dari itu, dalam pelaksanaannya nanti bakal ada penyelarasan," demikian Jatmiko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: