Koordinasi DPD RI dan Pemerintah, Harga TBS Bakal Kembali Normal

Koordinasi DPD RI dan Pemerintah, Harga TBS Bakal Kembali Normal

Sultan Baktiar Najamudin-Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tengah-tengah para petani, dalam waktu dekat bakal kembali normal sebagaimana sebelumnya.

Ini disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin. Menurut Sultan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah, terkait penurunan harga TBS kelapa sawit yang terjadi.

"Koordinasi yang kami lakukan tentunya tak lepas dari harga TBS kelapa sawit, yang beberapa pekan terakhir mengalami penurunan cukup drastis," ungkap Sultan, Selasa 2 Juni 2026.

Sehingga, lanjut Sultan, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pertanian, terutama para petani kelapa sawit. Kekhawatiran itu ditambah lagi belum adanya kepastian harga ke depan.

"Tapi dari koordinasi yang kami lakukan, pemerintah meyakini penurunan harga tersebut bersifat sementara. Sehingga dalam waktu dekat bakal kembali normal," kata Sultan.

Pihaknya pun, sambung Sultan, juga sudah bertemu kembali dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, dan terkait penurunan harga TBS kelapa sawit, pihaknya memahami apa yang terjadi di lapangan.

"Tapi itu tadi, Pak Sudaryono meyakini jika harga TSB kelapa sawit, secara bertahap bakal kembali normal," tegas Sultan.

Sultan menambahkan, sejak gejolak penurunan harga TBS sawit mulai terjadi di daerah pada pada akhir bulan lalu, dirinya sudah menyampaikan keluhan para petani sawit langsung ke pihak Kementerian Pertanian (Kementan). 

"Keluahan itu kita sampaikan, dengan harapan bisa secepatnya diambil kebijakan agar dampak ekonomi tidak semakin meluas," tambah Sultan.

Sultan menjelaskan, fluktuasi harga TBS yang terjadi, karena adanya perubahan kebijakan pemerintah. Namun kebijakan itu sebenarnya hal yang wajar dalam ekonomi, dan sifatnya sementara. 

“Jadi ini semacam kekagetan saja. Semua aturan main terkait teknis dari kebijakan ekpor satu pintu sudah mantab, dan pasar pasti menyesuaikan diri," papar Sultan.

Lebih lanjut Sultan mengemukakan, dalam kesempatan ini pihaknya minta petani tetap tenang. DPD secara kelembagaan pasti fokus untuk masalah ini.

"Sehingga putaran ekonomi dari petani sawit dapat tetap terjaga, dan kami minta agar ada koordinasi yang kuat dari pihak Kementan dan pemerintah daerah untuk dapat menenangkan kondisi di lapangan," singkat Sultan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: