Pabrik Sawit Tetap Beroperasi, Isu Penutupan Hanya Hoaks

Pabrik Sawit Tetap Beroperasi, Isu Penutupan Hanya Hoaks

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Kabar yang menyebutkan adanya pabrik pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko yang berhenti beroperasi dipastikan tidak benar. Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko menegaskan, seluruh pabrik sawit di daerah ini masih aktif dan tetap melakukan pembelian buah sawit milik masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada satu pun pabrik yang tutup sebagaimana isu yang beredar di tengah masyarakat. Ia memastikan, aktivitas industri pengolahan sawit masih berjalan normal dan terus menyerap hasil panen petani.

“Informasi yang menyebutkan pabrik tutup itu tidak benar atau hoaks. Seluruh pabrik masih beroperasi dan tetap membeli TBS dari petani,” katanya.

Penegasan ini disampaikan untuk meredam keresahan petani yang sempat muncul akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersebut. Menurutnya, jika isu seperti ini terus berkembang tanpa klarifikasi, dikhawatirkan akan memicu kepanikan dan berdampak pada stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya para petani sawit.

BACA JUGA:Harga Sawit Anjlok, Roda Perdagangan Mukomuko Mulai Terasa Melambat

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi harga TBS sawit di Mukomuko saat ini cenderung stagnan. Meski belum menunjukkan lonjakan signifikan, harga juga tidak mengalami penurunan. Bahkan, di beberapa pabrik mulai terlihat adanya kenaikan harga, meskipun belum merata.

“Untuk harga memang masih stagnan, tapi tidak turun. Bahkan sudah ada beberapa pabrik yang mulai menaikkan harga, walaupun belum banyak,” ujarnya.

Kondisi ini dinilai sebagai sinyal positif bagi para petani. Stabilnya harga di tengah dinamika pasar menjadi harapan agar ke depan harga sawit bisa kembali normal dan menguntungkan seperti sebelumnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya petani sawit, untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Petani diminta tetap tenang dan terus menjalankan aktivitas produksi seperti biasa.

“Kami minta petani tidak cemas. Kondisi masih terkendali, pabrik tetap membeli, dan harga juga tidak mengalami penurunan. Harapan kita, harga bisa kembali stabil seperti semula,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: