75 Titik Panas Terpantau, 4 Kabupaten Diminta Waspada Karhutla

75 Titik Panas Terpantau, 4 Kabupaten Diminta Waspada Karhutla

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah-RRI-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Empat kabupaten di Provinsi Bengkulu diminta untuk senantiasa mewaspadai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), yang sewaktu-waktu bisa saja terjadi.

Ini setelah terpantau atau terdeteksinya sebanyak 75 titik panas di tengah kondisi cuaca panas yang melanda, dan diketahui tersebar dalam wilayah keempat kabupaten tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah mengatakan, 75 titik panas itu terpantau di Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko, Seluma dan Kaur.

"Tentu kebaradaan titik panas tersebut harus kita waspadai sejak dini, terutama keempat kabupaten yang dimaksud," ungkap Khristian, Rabu 20 Mei 2026.

BACA JUGA:Mukomuko Diprediksi Masuk Musim Kemarau Mei, Warga Diminta Waspada Karhutla

Apalagi, lanjut Khristian, kondisi cuaca yang panas di keempat kabupaten tersebut, terbilang lebih ekstrim jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bengkulu.

"Dari pemantauan yang kita lakukan, sejak beberapa hari terakhir cuaca panas melanda. Kondisi itu dinilai rentan memicu ancaman karhutla, makanya penting ancaman itu diwaspadai," tegas Khristian.

Menurut Khristian, dari pemantauan setidaknya terdeteksi 75 titik panas yang tersebar di empat kabupaten tersebut. Sehingga keempat kabupaten itu, sudah seharusnya berstatus waspada karhutla.

"Dalam kesempatan inipun, kita mengajak dan menghimbau kabupaten/kota di Provinsi  Bengkulu, terus meningkatkan kesiapsiagaannya," imbau Khristian.

BACA JUGA:Kemarau Berkepanjangan, Kapolsek Imbau Warga Waspada Karhutla

Khristian menambahkan, kesiapsiagaan ini bersama tim teknis ini merupakan salah satu kunci penting, terutama dalam mencegah sejak dini ancaman karhutla ataupun bencana lainnya.

"Kita selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, juga harus mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan dalam melakukan pembakaran lahan. Karena dengan kondisi cuaca saat ini, rentan menyebar dengan cepat," tambah Khristian.

Lebih lanjut Khristian mengatakan, terkait kondisi cuaca ini, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Dari koordinasi itu, beberapa wilayah kondisi cuacanya panas ekstrim hingga awal Juni mendatang. Walaupun dalam rentang waktu tersebut, beberapa wilayah tetap diguyur hujan ringan hingga sedang," singkat Khristian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: