Perkuat PAD Kota Bengkulu, Pelindo Setor PBB Rp1,6 M
GM PT. Pelindo Regional II Bengkulu saat menyerahkan bukti setorkan PBB ke Bapenda Kota Bengkulu-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II Bengkulu menyetorkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2026, senilai Rp1,6 miliar ke kas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.
Setoran PBB tersebut diyakini dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu, hingga mampu memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
General Manager (GM) PT. Pelindo Regional II Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi mengatakan, pembayaran PBB ini merupakan sebuah kewajiban bagi perusahaan.
"Ini bagian dari upaya kita selaku perusahaan di Bengkulu, dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Govermance (GCG) kepada negara khususnya Pemkot Bengkulu," ungkap Dimas, Kamis 30 April 2026.
BACA JUGA:Program Pemutihan PKB Ditagetkan Genjot PAD
Dimas mengklaim, pihaknya selalu taat pajak yang dituntaskan setiap tahun. Bahkan tidak lebih dari tiga bulan, pada saat ada penagihan, maka langsung dibayarkan.
"Adapun pembayaran PBB sebesar Rp1,6 miliar tersebut, sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir dan memang terjadi kenaikan drastis sejak tiga tahun ini," kata Dimas.
Namun, lanjut Dimas, Pemkot Bengkulu membutuhkan support, maka hal yang bisa dilakukan Pelindo yakni dengan support melalui pembayaran PBB. Secara keselurahan kami mengeluarkan kewajiban pajak kurang lebih Rp15 Miliar.
"Diantaranya PBB Rp1,6 miliar, PPh 21 Rp3,6 miliar, Pph 4(2) final sewa lahan Rp1,6, PPh 4(2) jasa konstruksi Rp1,5, Konsesi dan PNBP Rp400 juta per bulan rata rata dan setahun Rp4,8 miliar," papar Dimas.
BACA JUGA:Pemkab Apresiasi Perusahaan Taat Pajak, Berkontribusi Untuk Pembangunan Daerah
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu, Dra. Noni Yuliesti, MM mengatakan, pembayaran PBB yang dilakukan Pelindo Bengkulu, merupakan bentuk support yang dapat mendongkrak perekonomian daerah.
"PBB yang dibayarkan Rp 1,6 miliar dari Pelindo ke kas daerah tersebut, merupakan jumlah paling besar di Kota Bengkulu," tegas Noni.
Lebih lanjut Noni menyatakan, pihaknya bakal terus melakukan pendekatan persuasif terhadap perusahaan dan wajib PBB lain, untuk bisa mengikuti langkah Pelindo.
"Ada juga yang perusahaan lain PBBnya besar, namun belum bayar. Baru Pelindo yang besar dan sudah membayar. Pelindo merupakan salah satu perusahaan di Kota Bengkulu yang taat pajak," tandas Noni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: