DBD Mengancam, Camat XIV Koto Ajak Warga Giatkan PSN

DBD Mengancam, Camat XIV Koto Ajak Warga Giatkan PSN

Camat XIV Koto, Andrianto, SAP-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Ancaman penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai menghantui masyarakat seiring masuknya musim penghujan di wilayah Kabupaten Mukomuko. Kondisi ini memicu meningkatnya potensi perkembangbiakan nyamuk, terutama di lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya.

Camat XIV Koto, Andrianto, SAP, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan, pencegahan paling efektif bukan menunggu tindakan pemerintah, melainkan kesadaran kolektif warga dengan melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, genangan air yang muncul saat musim hujan menjadi tempat ideal bagi nyamuk berkembang biak. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko memicu lonjakan kasus DBD maupun penyakit lain akibat gigitan nyamuk.

“Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sekarang, secara bersama-sama,” tegasnya.

BACA JUGA:Lingkungan Kumuh Picu Ancaman DBD, Dinkes Minta Warga Lubuk Sanai III Bergerak Cepat

Ia mengimbau seluruh masyarakat di wilayah XIV Koto untuk kembali mengaktifkan budaya gotong royong, terutama dalam membersihkan lingkungan. Fokus utama yang harus dilakukan adalah memberantas sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mengubur berbagai wadah yang berpotensi menampung air.

Selain itu, warga diminta rutin membersihkan saluran air, halaman rumah, serta memastikan tidak ada barang bekas yang menjadi tempat genangan. Upaya sederhana ini dinilai sangat menentukan dalam memutus rantai penyebaran penyakit.

Camat juga menyoroti masih rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Padahal, kelalaian kecil seperti membiarkan air tergenang bisa berdampak besar terhadap kesehatan bersama.

“Masalahnya bukan tidak tahu, tapi sering diabaikan. Ini yang harus diubah. Lingkungan bersih bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi kewajiban semua warga,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika kesadaran masyarakat tidak segera ditingkatkan, maka risiko penyebaran penyakit akan semakin sulit dikendalikan. Terlebih dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, potensi berkembangnya nyamuk semakin tinggi.

BACA JUGA:Lingkungan Kumuh Picu Ancaman DBD, Dinkes Minta Warga Lubuk Sanai III Bergerak Cepat

"Melalui imbauan ini, kami berharap masyarakat tidak hanya bersikap reaktif, tetapi mulai membangun kebiasaan hidup bersih secara konsisten. Sebab, upaya pencegahan jauh lebih murah dan efektif dibandingkan penanganan saat penyakit sudah menyebar," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: