Alarm Bahaya, Tahun Ini Kekerasan Perempuan dan Anak Capai 8 Kasus
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara, Solita Meida-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGA MAKMUR, RADARUTARA.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara mencatat angka yang memprihatinkan di triwulan pertama tahun 2026.
Tercatat sebanyak 8 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak telah terjadi sejak awal tahun.
Rincian kasus tersebut meliputi 5 perempuan yang menjadi korban persetubuhan, 2 kasus kekerasan psikis, serta 1 kasus kekerasan terhadap anak.
Angka ini dinilai sebagai alarm kewaspadaan bagi seluruh pihak, terutama para orang tua, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Bengkulu Utara, Solita Meida, mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya kasus tersebut.
BACA JUGA:Pansus DPRD Bahas Kekerasan Gender Berbasis Online
Ia menekankan bahwa pola kekerasan yang terjadi saat ini semakin kompleks, terutama karena pelaku kerap kali merupakan orang-orang terdekat korban.
"Di triwulan pertama, kami mencatat ada 8 kasus. Menyikapi hal tersebut, kami minta untuk aktif mengawasi anak, karena dalam kasus tersebut pelaku justru merupakan orang terdekat korban," ujar Solita Meida, Rabu (22/4/2026).
Menurutnya, faktor kedekatan pelaku dengan korban inilah yang kerap membuat anak dan perempuan enggan melapor.
Mereka merasa takut, malu, atau bahkan tidak menyadari bahwa apa yang dialami merupakan tindak kekerasan.
BACA JUGA:Gadget dan Perceraian Orang Tua Picu Kekerasan Seksual Anak di Mukomuko
Solita juga mengimbau agar para orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak.
Mulai dari anak yang tiba-tiba menarik diri dari lingkungan sosial, mengalami gangguan tidur, hingga penurunan prestasi di sekolah bisa menjadi indikasi adanya kekerasan yang dialami.
DPPPA Kabupaten Bengkulu Utara berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan terhadap korban serta memberikan edukasi ke desa-desa dan sekolah-sekolah mengenai pencegahan kekerasan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: