Terbesar se Provinsi Bengkulu, Bupati Arie Minta KKM Jaga Ekosistem Pesisir
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mengukuhkan Kelompok Kerja Mangrove (KKM) sebagai langkah strategis menjaga ekosistem pesisir.
Pengukuhan berlangsung di Command Center Setdakab Bengkulu Utara pada Kamis (9/4/2026).
KKM dibentuk sebagai wadah kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, masyarakat, hingga dunia usaha.
Guna memastikan pengelolaan mangrove dilakukan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
"Mangrove sangat krusial untuk menjaga ekosistem laut, melindungi daerah pesisir terutama dari abrasi.
Ke depan, kita akan lakukan penanaman mangrove skala besar di daerah pesisir," tegas Bupati Arie.
Kabupaten Bengkulu Utara memiliki total mangrove terbesar di Provinsi Bengkulu, yakni mencapai 1.698 hektare atau sekitar 59,82 persen dari total 2.417 hektare mangrove di Provinsi Bengkulu.
Sebagian besar kawasan tersebut berada di Kepulauan Enggano dengan luas 1.687 hektare, sementara sisanya tersebar di Kecamatan Air Besi, Batik Nau, dan Lais dengan luasan yang relatif kecil.
Dengan potensi yang sangat besar tersebut, Bupati Arie berharap KKM dapat bekerja optimal dalam menjaga kelestarian hutan mangrove.
Sekaligus mengedukasi masyarakat sekitar akan pentingnya fungsi ekologis mangrove bagi kehidupan pesisir dan laut Bengkulu Utara.
“Ini bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga bagaimana mangrove bisa dikelola untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir,” demikian Bupati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: