Berondol Sawit Hingga Aktivitas Sungai Rawan, Camat XIV Minta Warga Waspada

Berondol Sawit Hingga Aktivitas Sungai Rawan, Camat XIV Minta Warga Waspada

Camat XIV Koto, Andrianto, SAP-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Camat XIV Koto, Andrianto, mengingatkan masyarakat di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, baik di darat, sungai, maupun laut. Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya sejumlah kasus kecelakaan kerja yang berujung kematian dalam beberapa waktu terakhir.

Menurutnya, aktivitas masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor perkebunan, perairan, dan pekerjaan lapangan memiliki risiko tinggi jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Karena itu, ia menekankan pentingnya faktor keselamatan sebagai prioritas utama.

“Warga harus lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas. Jangan bekerja sendiri, usahakan selalu ada teman yang mendampingi. Jika terjadi sesuatu di lapangan, setidaknya ada yang bisa memberikan pertolongan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, beberapa kejadian yang menimpa warga belakangan ini menjadi peringatan serius. Mulai dari kasus warga yang meninggal akibat serangan hewan buas, hingga kejadian meninggal dunia saat bekerja mengumpulkan berondol sawit di area perkebunan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko di lapangan tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, banyak aktivitas masyarakat dilakukan di lokasi terpencil yang jauh dari akses bantuan cepat.

BACA JUGA:Pergi Cari Berondol, Warga XIV Koto Ditemukan Meninggal di Kebun Sawit

“Kalau bekerja sendiri di kebun atau di lokasi jauh, saat terjadi kecelakaan atau kondisi darurat, tidak ada yang tahu. Ini yang harus dihindari,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan warga yang beraktivitas di sungai dan laut untuk memperhatikan faktor keselamatan, seperti kondisi cuaca, arus air, serta kelengkapan alat pengaman. Menurutnya, kelalaian kecil bisa berakibat fatal.

Pemerintah kecamatan, lanjutnya, terus mendorong kesadaran masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan kerja. Ia berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan dapat diminimalkan melalui kewaspadaan bersama.

“Ini bukan sekadar imbauan, tapi kebutuhan. Jangan sampai ada lagi korban berikutnya hanya karena kita lengah,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: