Kesbangpol Pastikan Mukomuko Nihil Indikasi Radikalisme, Pengawasan Tetap Diperketat

Kesbangpol Pastikan Mukomuko Nihil Indikasi Radikalisme, Pengawasan Tetap Diperketat

Kepala Badan Kesbangpol Mukomuko, M Arpi, SH-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memastikan hingga saat ini belum ditemukan indikasi penyebaran paham radikalisme maupun keberadaan aliran kepercayaan menyimpang di wilayah tersebut. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah potensi gangguan sejak dini.

Kepala Badan Kesbangpol Mukomuko, M Arpi, SH menyampaikan bahwa hasil pemantauan rutin serta koordinasi lintas sektor menunjukkan kondisi daerah masih dalam kategori aman dan terkendali. Tidak ada laporan valid maupun temuan lapangan terkait aktivitas kelompok yang menyimpang dari ideologi negara maupun ajaran agama.

Menurutnya, stabilitas ini tidak terlepas dari sistem deteksi dini yang terus berjalan melalui forum komunikasi intelijen daerah, tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem), serta dukungan masyarakat di tingkat bawah.

“Sejauh ini belum ada indikasi. Semua laporan yang masuk masih dalam batas wajar dan tidak mengarah pada aktivitas radikal atau aliran menyimpang,” tegasnya.

Ia menekankan, peran aktif pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat menjadi faktor kunci dalam menjaga kondisi tetap kondusif. Aparatur desa dinilai cukup responsif dalam melaporkan dinamika sosial, sementara tokoh agama terus mengarahkan umat pada pemahaman yang moderat.

Selain itu, meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam menyaring informasi, khususnya dari media sosial, juga turut meminimalisir potensi penyebaran paham yang menyimpang.

Kesbangpol Mukomuko, lanjutnya, tetap menjalankan program sosialisasi wawasan kebangsaan dan bahaya radikalisme secara berkelanjutan. Kegiatan ini menyasar kalangan pelajar, organisasi kepemudaan, hingga komunitas keagamaan sebagai langkah preventif.

“Situasi aman bukan berarti kita lengah. Justru pengawasan harus terus ditingkatkan agar tidak ada ruang bagi masuknya paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Pelibatan masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban daerah.

“Pengawasan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu keterlibatan semua pihak agar potensi gangguan bisa dicegah sejak awal,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: