Berkat Kontribusi Ini, Sultan Dianugerahi Dr. Hc dari KMOU

Berkat Kontribusi Ini, Sultan Dianugerahi Dr. Hc dari KMOU

Sultan saat menerima pemberihan gelar Dr. (Hc)-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Ketua DPD Republik Indonesia (RI), Sultan Baktiar Najamudin (SBN), dianugerahi Doctor Honoris Causa atau Dr. (Hc) dari Korea Maritime & Ocean University (KMOU).

Penanugerahan ini tak lepas dari peran dan kontribusi Sultan yang merupakan putra Bengkulu, yang berkomitmen dan mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir.

Anugerah Dr. (Hc) pada bidang International Regional Studies dari KMOU tersebut, dilakukan secara langsung di Busan, Korea Selatan (Korsel), Rabu 1 April 2026. 

Rektor atau Presiden KMOU, Prof. Dr. Ryu Dong-Keun menyebutkan, ada dua agenda besar terkait undangan kepada Ketua DPD RI Sultan B Najamudin kali ini. 

"Pertama, pengukuhan Dr. (Hc) di kampus KMOU. Kedua, melaunching Forum Kerja Sama Maritim Korea–Indonesia, bersama Korea Offshore Plant Service Industry Association di Hanjin Hall (ETRS Center), Busan," ungkap Prof. Ryu. 

Menurut Prof. Ryu, kerja sama dengan Indonesia merupakan pilar utama strategi internasionalisasi KMOU, terutama dalam memimpin era maritim global. 

"Bersama industri, akademisi, dan riset, kami bakal terus membangun model kolaborasi nyata untuk kemakmuran yang berkelanjutan bagi kedua negara,” tegas Prof. Ryu.

Sementara itu, Prof. Kim Soo Il menjelaskan, gelar kehormatan itu diberikan kepada Sultan B Najamudin, setelah pihaknya mengikuti kiprah dan komitmen Beliau sejak lama. 

"Terutama dalam mendorong kerja sama internasional berbasis kemaritiman, mengadvokasi pembangunan daerah kepulauan dan masyarakat pesisir," jelas Prof. Kim yang juga mantan wakil ketua asosiasi forum rector se-Korea ini. 

Dibagian lain, dalam orasi ilmiahnya, Sultan menyebutkan, laut memiliki peran strategis sebagai penghubung peradaban, dan fondasi masa depan kerja sama global. 

“Laut adalah pemersatu peradaban. Laut bukan sekadar ruang geografis, tetapi jembatan yang menghubungkan bangsa-bangsa melalui kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan," sampa pencetus dan penulis buku Green Democracy ini. 

Sultan menekankan, pentingnya kerja sama internasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. 

"Ini sejalan dengan arah pembangunan global dan visi Indonesia menuju ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy)," tegas Sultan.

Lebih lanjut Sultan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada KMOU atas penganugerahan Dr. (Hc), dan ini sebuah institusi akademik yang telah berkontribusi besar dalam mendorong riset pengembangan potensi sumber daya ekonomi laut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: