Telan Anggaran Ratusan Juta, Tabat Desa Masih Gantung

Telan Anggaran Ratusan Juta, Tabat Desa Masih Gantung

ilustrasi tapal batas--

PUTRI HIJAU, RADARUTARA.ID- Ratusan juta anggaran bersumber dari APBD-P TA 2022 dihabiskan oleh Pemkab Bengkulu Utara untuk melaksanakan penegasan tapal batas (Tabat) antar desa di Kecamatan Putri Hijau.

Tapi sayangnya, penegasan Tabat desa yang sempat menghamburkan anggaran milik daerah dengan menghadirkan tim Topdam Sriwijaya itu tak kunjung membuahkan hasil yang jelas dan terang.

Justru penegasan Tabat desa yang sempat dilakukan oleh Pemkab BU kepada desa-desa di Kecamatan Putri Hijau itu meninggalkan konflik sosial di tengah masyarakat dan dinilai menjadi sebuah produk gagal.

"Sampai sekarang belum ada kepastian yang final dari hasil penegasan Tabat desa yang sempat dilakukan oleh Pemkab BU. Kesannya justru seperti produk gagal," ungkap Kades Cipta Mulya, Miswanto.

Diakui Miswanto, masih ada beberapa konflik yang belum tuntas pada proses penegasan Tabat desa yang sempat dilakukan oleh tim Topdam Sriwijaya kepada desanya. Dan sampai saat, ini kata Miswanto, beberapa persoalan atau konflik yang sempat timbul itu belum terfasilitasi atau mendapatkan kepastian dari pemerintah.

"Belum ada sepakat kemarin. Karena data yang digunakan untuk penegasan Tabat desa kemarin baru bersumber dari satu versi. Penyelesaian ini lah yang sekarang sedang kita tunggu," pungkasnya.

Hal senada turut diungkapkan oleh Kades Air Muring, H M Soib, pihaknya berharap pemerintah daerah segera memberi ketegasan dan keputusan final terhadap proses penegasan Tabat desa yang sempat berlangsung di desanya. Sangat disayangkan Kades, apa bila proses penegasan Tabat desa yang sudah dibiayai oleh pemerintah daerah ini tidak membuahkan hasil.

"Kami berharap konflik yang masih timbul kemarin segera difasilitasi supaya clear dan clean. Selanjutnya, hasil dari penegasan Tabat desa juga segera di tegaskan secara resmi melalui peraturan bupati. Supaya batas-batas desa ini jelas seperti yang kita harapkan selama ini," demikian Kades. *

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: