Dana Komite SMAN 7 BU Sudah Terpakai, Pengurus Lama Diminta Tanggung Jawab

Dana Komite SMAN 7 BU Sudah Terpakai, Pengurus Lama Diminta Tanggung Jawab

Berita acara kesepakatan rapat kepala sekolah dan komite SMAN 7 Bengkulu Utara--

PUTRI HIJAU RU.ID - Kepengurusan Komite di SMAN 7 Bengkulu Utara telah berganti dengan pengurus baru. Masa transisi pengurus Komite di SMAN 7 Bengkulu Utara itu sejak tanggal 1 Oktober 2022 lalu. Padahal, uang pungutan yang dijanjikan pihak sekolah dan Komite untuk dikembalikan ke wali murid belum terealisasi sepenuhnya. Pasalnya, sebagian uang sudah terpakai oleh pihak sekolah.

Dikonfirmasi RadarUtara.ID, Kepala SMAN 7 Bengkulu Utara, Nirhan Sadat, membenarkan pergantian pengurus Komite di sekolah ini.

"Benar, sudah dikukuhkan pengurus Komite baru sejak tanggal 1 Oktober," katanya.

Namun Nirhan mengatakan, proses pengukuhan terhadap pengurus Komite baru belum dibarengi dengan serah terima pertanggungjawaban oleh pengurus Komite lama. Ini lantaran, Ketua Komite yang lama berhalangan hadir karena alasan sakit. 

"Serah-serahan belum. Karena Komite yang lama nggak bisa hadir, dia (ketua Komite lama) sakit. Jadi proses penyerahan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) belum. Baru proses pengukuhan pengurus Komite baru saja," ungkapnya.

Sementara, ketika disinggung lebih jauh terkait niat sekolah yang sebelumnya berencana mengembalikan uang wali murid yang sebelumnya sudah sempat disetor pada pengurus Komite, Nirhan memastikan sudah dilakukan. 

Hanya saja, Ia mengaku tidak mengetahui persis berapa jumlah dana milik wali murid yang sudah dikembalikan. Namun Nirhan, tak membantah, sebagian uang wali murid belum dikembalikan karena sebagian dana yang tersetor pada pengurus Komite lama sudah ada yang terpakai.

"Beberapa dana memang sudah terpakai untuk gaji guru honor bulan Juli. Ada kekurangan pengembalian, karena habis. Yang jelas orang tua sudah melakukan pengambilan di atas Rp20 jutaan. Sisanya sudah terpakai untuk gaji kemudian kegiatan kesiswaan di bulan Agustus, kemarin. Intinya ada wali murid yang memang belum mengambil dan sebagian sudah terpakai," terangnya.

Ditanya soal bagaimana pertanggung jawaban Komite lama terhadap dana wali murid yang sudah terlanjur terpakai? Nirhan mengatakan, tetap akan diupayakan untuk pengembalian khusus. Tapi lanjut Nirhan, itu akan dilakukan setelah ada keputusan dari pengurus Komite baru menunggu berapa besar bantuan dari orang tua ke sekolah. 

Artinya, Nirhan, tak memungkiri, persoalan dana wali murid yang sudah sempat terpakai itu akan menjadi beban bagi pengurus Komite yang baru.

"Jelas, karena dari 58 guru, itu hanya ada PNS 25 orang. Sedangkan guru honorer dan PTT ada sekitar 24 orang. Bukan ditanggung Pemprov, tapi ada insentif setiap bulan yang kadang pembayarannya dilakukan tiga bulan sekali. Karena yang dari Pemprov itu bukan gaji tapi insentif. Maka diberi lagi tambahan untuk mendekati UMR," sambungnya.

Ditambahkannya, untuk pengurus Komite baru nantinya akan memulai lembaran kerja baru. 

"Komite baru buka lembaran baru. Ke Komite baru saja. Apa programnya," pungkasnya.

Terpisah saat ditemui di kediamannya, Ketua Komite SMAN 7 Bengkulu Utara yang baru, Arsi, membenarkan saat ini dirinya telah diberi amanah untuk menjadi Ketua Komite di SMAN 7 Bengkulu Utara. Namun kata Arsi, baru sebatas dikukuhkan sebagai pengurus baru. Sehingga Ia belum bisa berspekulasi terlalu jauh terkait program kerja apa saja yang akan dilakukannya untuk membenahi dan membawa Komite di SMAN 7 Bengkulu Utara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: