Segini Jumlah Pengidap HIV di Bengkulu Utara

Segini Jumlah Pengidap HIV di Bengkulu Utara

Ilustrasi HIV/AIDS--

ARGA MAKMUR RU.ID - Meski lama tak terdengar, Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan momok mematikan dan menakutkan. Bagaimana tidak, virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh kemudian melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Seiring kepedulian warga atas kesehatan, jumlah pengidap virus HIV di Kabupaten Bengkulu Utara belum mengalami penambahan.

Meski demikian, dikatakan Ujang Ismail, S.Km, M.Ph, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, terus melakukan pemantauan pada pasien penderita virus mematikan ini. Tak hanya itu, pemberian obat secara gratis pun terus dilakukan melalui klinik khusus.

Menurutnya, hingga Jumat (23/9/2022) tercatat ada 5 (lima) warga Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yang mengidap HIV. Kelima orang ini, sampai sekarang masih terus menjalani proses pengobatan secara rutin.


Ujang Ismail, S.Km, M.Ph--

"Belum ada penambahan. Semoga tidak ada. Sebab lima pasien pengidap HIV ini pasien lama dan merupakan warga asli di Kabupaten Bengkulu Utara. Proses screening hanya dilakukan sebatas pemeriksaan ibu hamil dan masyarakat yang hanya bersentuhan dengan fasilitas pelayanan kesehatan saja," ungkapnya.

Menurutnya, belum adanya penambahan ini lantaran selama 2 tahun ini, proses screening pengidap HIV terhenti lantaran pemerintah fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

"Tapi kami pastikan di tahun 2023 mendatang akan ada screening massal. Sasarannya ibu hamil, kelompok beresiko, penghuni Lapas dan di lokasi-lokasi yang ada riwayat HIV," lanjutnya.

Proses screening ini menurut Ujang, dilakukan dengan pengambilan sampel darah dari sasaran dengan penyampaian hasil pemeriksaan secara tertutup.

"Semua proses dilakukan dengan hati-hati. Ini untuk menghindari pengucilan pasien. Pengobatan pun dilakukan dengan sistem janjian. Jadi tenaga medis sudah memiliki kontak pasien, kemudian diadakan janjian ketika dilakukan pemberian obat maupun pemeriksaan rutin," demikian Ujang. *

Sumber: