Bertaruh Nyawa, Warga Gembung Meniti Sisa Jembatan yang Putus

Bertaruh Nyawa, Warga Gembung Meniti Sisa Jembatan yang Putus

Penyaluran bantuan untuk warga Desa Gembung terpaksa dilakukan dengan meniti jembatan putus--

NAPAL PUTIH RU.ID - Sejak jembatan gantung Desa Gembung putus, 30 KK warga Dusun 3, Desa Gembung Raya, Kecamatan Napal Putih, hingga Selasa (20/9) hari ini belum bisa beraktivitas normal. Bahkan, sebagian besar warga memilih untuk tetap berdiam diri di masing-masing tempat tinggalnya. Meski demikian, bagi yang harus melakukan kegiatan keluar Dusun 3, terpaksa harus menyeberangi sungai dengan meniti sisa-sisa jembatan.

Dikatakan Kepala Desa Gembung Raya, Suparno, akses warga Dusun 3 menuju lokasi lain memang benar-benar terputus saat ini.

"Sampai saat ini warga Dusun 3 belum bisa kemana-kemana," ungkapnya.

Sementara, bagi warga Dusun 3 atau Dusun 1 yang ingin beraktivitas atau memiliki kepentingan keluar dusun. Harus nekat menyeberangi sungai meniti sisa-sisa jembatan. Hal itu terpaksa dilakukan karena tidak ada pilihan lagi bagi warga.

"Sementara kalau ada kepentingan mendesak, warga terpaksa meniti seling jembatan yang putus. Meski itu berbahaya, tapi tidak ada pilihan lain," lanjutnya.

Di sisi lain Suparno mengakui, pemerintah daerah telah mengutus tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkulu Utara untuk meninjau langsung lokasi dan telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak musibah.

"Tim dari Dinas PUPR sudah ke lokasi. Menurut mereka kerusakan akses jembatan ini masih bisa diusahakan untuk direhab. Namun, akan dikoordinasikan lagi di kabupaten," imbuhnya.

Suparno berharap, pemerintah segera menangani putusnya akses jembatan ini. Apalagi, ini akses ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang penting bagi warga. 

"Harapan kami segera diperbaiki. Supaya masyarakat bisa beraktivitas lagi. Karena kalau untuk mengandalkan dana desa (DD) prosesnya terlalu lama. Sementara kebutuhannya sangat mendesak," pintanya. *

Sumber: