Kerusakan Jalan Gembung Kian Memprihatinkan

Kerusakan Jalan Gembung Kian Memprihatinkan

Kondisi jalan di Desa Gembung Raya yang rusak parah--

NAPAL PUTIH RU.ID - Kerusakan infrastruktur di sepanjang jalan poros Desa Tanjung Muara, Kecamatan Pinang Raya hingga Desa Gembung Raya, Kecamatan Napal Putih cukup berdampak serius terhadap kelangsungan hidup masyarakat di wilayah ini. 

Pantauan RadarUtara.ID, Minggu (18/9) hari ini, puluhan kendaraan masyarakat yang ingin mengeluarkan hasil produksi perkebunan hingga melaksanakan kegiatan pada umumnya harus kesulitan. 

Ini terjadi karena kondisi badan jalan yang berada di jalan poros Desa Tanjung Muara ke Desa Gembung Raya yang tak jauh dari Simpang Kumbang rusak parah. Badan jalan berupa tanah merah dengan kedalaman lumpur mencapai tinggi pinggang orang dewasa menyulitkan kendaraan masyarakat yang ingin melintas. 

Tak heran, jika kendaraan milik masyarakat yang terlanjur melintas harus diderek menggunakan bantuan kendaraan lain. Bahkan taruhannya, jika kendaraan milik masyarakat yang terjebak tak mampu diderek. Puluhan ton hasil perkebunan milik masyarakat menjadi taruhan. 

"Ya begitulah kondisi yang kami alami saat hujan turun. Kondisi jalan yang berada di depan kuburan dekat simpang kumbang kedalaman lumpurnya sampai tinggi pinggang orang dewasa. Kendaraan yang melintas harus diderek. Kalau tidak bisa diderek, buah masyarakat ya nginap terus," ungkap Kades Gembung Raya, Suparno.

Untuk itu ditegaskan Kades, kenapa selama ini pihaknya sangat getol mendesak Pemkab Bengkulu Utara dan jajaran terkait untuk memprioritaskan arah kebijakan pembangunannya ke arah desanya. 

"Inilah, alasan kami mendesak kenapa Pemkab harus memprioritaskan arah pembangunannya ke desa kami. Supaya masalah infrastruktur jalan yang kami hadapi bertahun-tahun ini segera tertangani," tegasnya.

Kades berharap, baik melalui APBD perubahan TA 2022 maupun APBD murni TA 2023 mendatang. Pemkab Bengkulu Utara beserta jajarannya bisa mengalokasikan anggaran khusus untuk menuntaskan kerusakan infrastruktur jalan di desa kami yang masih menyisakan volume sepanjang 7 Kilometer ini.

"Kami berharap baik anggaran yang bersumber dari APBD Perubahan maupun APBD 2023 nanti bisa diprioritaskan untuk mengatasi kerusakan akses jalan di desa kami. InsyaAllah jika pemerintah serius dan konsisten melihat kesulitan yang dialami oleh masyarakat. Beban ini bisa dituntaskan," demikian Kades. *

Sumber: