Pemasaran Ikan di Mukomuko Kalah Saing

Pemasaran Ikan di Mukomuko Kalah Saing

MUKOMUKO RU.ID – Sejumlah pemilik usaha penjualan ikan segar mengeluhkan sulitnya pemasaran terhadap ikan. Terutama saat ikan tersebut dibawa dan dijual ke luar daerah. Saat ini, ikan dari Mukomuko, baru bisa dipasarkan ke Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Kota Bengkulu. Sedangkan ketika dibawa lebih jauh, ke daerah lain, ikan dari Mukomuko, kalah bersaing. Pengurus Koperasi Rajawali Alumni 89 Kecamatan Teramang Jaya, Asri Govindo mengatakan, pihaknya terkendala strategi marketing atau pemasaran. Sebab sangat langka, ada kegiatan mengenai strategi pemasaran dari Pemkab Mukomuko bagi pemilik usaha demikian. “Kebanyakan kami dari koperasi, terkendala marketing atau pemasaran. Untuk itu, kami berharap, untuk bisa fasilitasi kami, bagaimana menjual ikan keluar. Kami hanya sampai Padang, tidak tembus ke Jakarta atau ke daerah lain yang punya potensi yang cukup besar,” katanya. Menurutnya, jika dilihat dari jenis ikan yang dihasilkan dari laut Mukomuko, tidak kalah saing dengan ikan yang dijual dari daerah lain. Namun ketika hendak masuk pasar di daerah-daerah yang punya potensi pasar besar, ikan-ikan itu kemudian kurang mendapatkan tempat. “Padahal ini sangat diperlukan, supaya ikan yang dihasilkan dari Mukomuko, lebih luas pasarnya. Dan juga, keuntungan yang didapat masyarakat bisa lebih besar,” jelasnya. Kadis Perikanan kabupaten Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si mengatakan, belum maksimalnya pangsa pasar untuk ikan Mukomuko, sebagian disebabkan kualitas ikan yang kurang baik. Dikarenakan kurang maksimalnya penanganan pasca penangkapan ikan. “Banyak sebab dan seperti yang disampaikan Pak Bupati, kita Mukouko ini untuk ikan ini, kendala energi listrik. Jika sudah tersedia listrik yang memadai di Mukomuko, diyakini dunia perikanan akan terbantu,” ungkapnya. Hal itu sangat disayangkan, pedagang harus lebih banyak mengeluarkan biaya untuk memaksimalkan ikan pasca penangkapan. Tentu berdampak tingginya biaya produksi, yang jika terus dipaksakan, akan menyebabkan kerugian. Sementara jika bertahan di jual hanya di wilayah terdekat maka penjualannya kurang maksimal. “Kalau kita sudah punya semisal pabrik batu es di sini, dan sejumlah teknologi pengolahannya. Maka ikan yang ada, sebelum dijual kemana-mana, bisa bertahan ikan setahun sampai 1,5 tahun. Dengan begitu, baru dunia perikanan di Kabupaten Mukomuko akan maju,” urainya, disadur dari SKH radar Utara. (rel)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: