Nyaris Telan Korban, Dewan Desak Jembatan LM Dibangun

Nyaris Telan Korban, Dewan Desak Jembatan LM Dibangun

  • Tantawi: Sudah Dialokasikan Anggarannya
BENGKULU RU - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta segera merealisasikan pembangunan jembatan di Desa Lubuk Mindai Kecamatan Ketahun. Ini menyusul akibat kondisi jembatan yang nyaris menelan korban jiwa, setelah Rabu (9/1) sekitar pukul 07.00 WB salah seorang siswa SMPN 21 Bengkulu Utara tercebur ke sungai. \"Pada tahun lalu untuk pembangunan jembatan yang menghubungkan sungai Lubuk Mindai sudah dianggarkan, tapi tidak dilaksanakan. Tahun ini pun kembali kita alokasikan anggarannya sekitar Rp 12 miliar, jadi saya minta Dinas PUPR Provinsi dapat segera melaksanakan pembangunan diawal tahun,\" ungkap anggota Komisi III DPRD Provinsi, Tantawi Dali, S.Sos, MM. Menurut Politisi Nasdem ini, sebenarnya rencana pembangunan jembatan Lubuk Mindai dan infrastruktur lainnya sudah bisa dilelang, karena evaluasi Kemendagri terhadap APBD Provinsi tahun ini sudah rampung. \"Jadi kita minta jangan ditunda-tunda lagi. Terlebih dikabarkan akibat kondisi jembatan, sudah nyaris menelan korban jiwa tadi (kemarin, red) pagi,\" tegas Tantawi. Disisi lain, Tantawi menerangkan, jembatan tersebut sangat vital perannya bagi masyarakat. Dengan pengalokasian anggaran sekitar Rp 12 Miliar, maka jembatan itu nantinya dibangun permanen. \"Kalau sekarangkan jembatan masih berlantaikan kayu, yang tidak bisa bertahan terlalu lama lantaran lapuk dimakan usia. Makanya kita alokasikan anggaran pembangunan jembatan permanen,\" ujarnya. Sebelumnya, Pemuda setempat, Yusuf Sugiyatno menyampaikan, tadi pagi salah satu siswi SMPN 21 BU yang hendak pergi ke sekolah, sempat terjatuh ke sungai saat melewati jembatan. \"Sewaktu melewati jembatan, motor yang dikendarai rekan siswi sempat out control karena kondisi lantai jembatan yang licin. Sehingga siswa yang dibonceng terjatuh kesungai,\" terangnya. Untung saja, sambung Yusuf, warga yang mengetahui langsung memberikan pertolongan. Sehingga siswi terselamatkan dan akhirnya dibawa pulang ke desa Fajar Baru. \"Dengan kejadian ini kita berharap pemerintah tidak tutup mata dengan kondisi jembatan, dan sebaliknya jembatan yang perannya sangat vital dapat segera dibangun,\" demikian Yusuf. (tux)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: