Jembatan Air Lingau Makin Mengkhawatirkan, Kades Desak Tindakan Perbaikan

Jembatan Air Lingau Makin Mengkhawatirkan, Kades Desak Tindakan Perbaikan

Jembatan Air Lingau Makin Mengkhawatirkan, Kades Desak Tindakan Perbaikan-Radar Utara / Sigit Haryanto-

RADARUTARA.ID - Hingga saat ini belum terlihat adanya upaya konkret dari pihak terkait, khususnya Balai Sumatera yang berwenang, untuk menindaklanjuti kerusakan lantai jembatan penghubung jalan nasional di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun dengan Desa Bukit Makmur, Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara.

Kondisi lantai jembatan yang sebelumnya dilaporkan jebol tersebut hingga kini masih belum mendapatkan penanganan. Bahkan, kerusakan yang terjadi disebut semakin mengkhawatirkan.

Kepala Desa Giri Kencana, Wahyudi, mengatakan kondisi kerusakan jembatan saat ini masih seperti ketika pertama kali ditemukan. 

Sementara di sisi lain, akses tersebut tetap dilalui oleh berbagai jenis kendaraan.

BACA JUGA:Jembatan Air Lingau D1-D6 Amblas, Polisi Pasang Rambu dan Siaga di Lokasi

“Kerusakan lantai jembatan sampai sekarang masih seperti kondisi awal. Bahkan kami melihat kondisinya semakin mengkhawatirkan,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, jembatan tersebut merupakan bagian dari akses jalan nasional yang memiliki intensitas lalu lintas cukup tinggi. 

Setiap hari, berbagai jenis kendaraan melintas, mulai dari kendaraan pribadi hingga angkutan logistik dengan muatan besar yang melakukan perjalanan antar kabupaten maupun antar provinsi.

Kondisi itu tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri, mengingat jembatan yang mengalami kerusakan masih terus digunakan oleh kendaraan dengan berbagai tonase.

Wahyudi berharap pihak Balai Sumatera dapat segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penanganan terhadap kerusakan tersebut.

BACA JUGA:14 Proyek Jalan dan Jembatan Skema PL Dinas PUPR Disiapkan Rp2 Miliar

 Ia menilai, langkah darurat setidaknya perlu segera dilakukan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap pihak yang berwenang dapat segera melakukan tindakan, minimal penanganan darurat sebelum terjadi korban atau hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Saat ini, pengamanan di lokasi kerusakan masih mengandalkan pemasangan rambu-rambu penanda bahaya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: