BPBD Mukomuko Minta Warga Siaga Bencana Selama Musim Hujan

Jumat 06-11-2026,07:45 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Memasuki musim hujan 2026-2027, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko mengingatkan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Curah hujan yang tinggi berpotensi memicu berbagai bencana, terutama banjir, tanah longsor, pohon tumbang hingga bencana lain yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ir Ruri Irwandi ST MT, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi potensi bencana selama musim penghujan.

Masyarakat diminta tidak menunggu bencana terjadi, tetapi mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini.

BACA JUGA:BPBD Pacu Ketangguhan Desa Hadapi Ancaman Bencana

Menurutnya, masyarakat perlu mengenali kondisi lingkungan tempat tinggal masing-masing. Identifikasi terhadap titik-titik yang memiliki risiko bencana harus dilakukan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai, kawasan rawan banjir, lereng atau daerah yang berpotensi mengalami longsor.

"Kenali lingkungan sekitar dan identifikasi risiko bencana yang mungkin terjadi. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu bencana terjadi," ujar Ruri.

Selain mengenali risiko lingkungan, BPBD juga mengimbau masyarakat menyiapkan tas siaga bencana. Tas tersebut berisi kebutuhan penting yang dapat langsung dibawa ketika masyarakat harus meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri.

Kesiapan juga harus dilengkapi dengan pemahaman terhadap jalur dan lokasi evakuasi. Masyarakat diharapkan mengetahui arah menuju tempat yang lebih aman sehingga tidak kebingungan ketika harus melakukan evakuasi dalam kondisi darurat.

BACA JUGA:Banjir Rendam Jembatan Gantung Pagardin yang Sudah Miring, Akses Warga Lumpuh!

Ruri menegaskan, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebencanaan. Peran masyarakat sangat menentukan dalam mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.

"Jangan panik ketika bencana terjadi. Yang paling penting adalah sudah mengetahui risiko di lingkungan, menyiapkan kebutuhan darurat dan memahami jalur evakuasi," tegasnya.

Pihaknya berharap kewaspadaan tersebut dapat menjadi kebiasaan masyarakat selama musim hujan. 

"Dengan kesiapan sejak dini, potensi korban jiwa maupun kerugian akibat bencana diharapkan dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya. 

Kategori :