BI Bengkulu Perkuat Komitmen Pelaksanaan Program SEHATI

Jumat 30-10-2026,16:20 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID – Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu memastikan untuk terus memperkuat komitmen, terutama dalam mendukung pelaksanaan program Sinergi Ekonomi dan Keuangan Hijau serta Inklusif (SEHATI) 2026.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat setelah menerima sertifikat Carbon Offset.

Menurut Wahyu, upaya tersebut diwujudkan melalui pengukuran jejak karbon, pengurangan emisi, penghijauan, pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular, serta kompensasi emisi karbon (carbon offset).

"Yang merupakan bagian dari implementasi Reduce, Reuse, Recycle mendukung program SEHATI 2026," ungkap Wahyu.inergi Ekonomi dan Keuangan Hijau dan Inklusif (SEHATI) 2026.

Wahyu menjelaskan, dukungan itu tentunya tak lepas dari inisiatif yang merupakan tindak lanjut atas hasil pengukuran jejak karbon aktivitas operasional, dan berbagai kegiatan strategis KPw BI Bengkulu sepanjang Januari-Oktober 2026.

"Di mana berdasarkan pengukuran, dicapai sekitar98,5 ton CO₂e," jelas Wahyu.

Dilanjutkan Wahyu, pengukuran dilakukan terhadap penggunaan energi, operasional kendaraan, perjalanan dinas, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan kelembagaan. 

"Hasil pengukurannya menjadi dasar dalam merumuskan langkah mitigasi emisi yang lebih terukur dan berkelanjutan," ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, kompensasi karbon dilakukan melalui pembelian dan retirement unit karbon yang berasal dari proyek Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Sei Mangkei.

"PLTBg yang dimaksud berkapasitas 2,4 MW di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara," tambah Wahyu.

Disisi lain, Wahyu mengemukakan, penguatan aksi penghijauan dan pelestarian lingkungan, selain melalui mekanisme pasar karbon, KPwBI Bengkulu memperkuat aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penghijauan.

"Dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMN, TNI, kelompok tani, dan masyarakat," papar Wahyu.

Lebih lanjut Wahyu menyampaikan, hingga Oktober 2026, berbagai inisiatif telah dilaksanakan, antara lain penanaman dan distribusi 500 bibit pohon, serta partisipasi dalam gerakan penanaman mangrove untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

"Kolaborasi menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan penghijauan, sekaligus meningkatkan kepedulian berbagai pemangku kepentingan terhadap keberlanjutan lingkungan," demikian Wahyu. 

Kategori :