MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kabupaten Mukomuko dinilai memiliki kesiapan yang cukup kuat untuk menarik berbagai program pendanaan dari lembaga donor internasional maupun nasional, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan hijau dan rendah karbon.
Kesiapan tersebut didukung sejumlah inisiatif yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Salah satunya penyusunan peta indikatif dan kajian mengenai masa depan pembangunan rendah karbon di daerah.
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, MH mengatakan, kajian tersebut diinisiasi Bapperida dengan menggandeng PT Sipef dan PT Acronesia Teknologi Digital.
Kajian itu diharapkan menjadi salah satu pijakan bagi daerah dalam membuka akses terhadap skema pendanaan pembangunan hijau.
"Ujungnya bagaimana daerah bisa mendapatkan dana bagi hasil (DBH) karbon serta membuka peluang program-program pendanaan dari luar negeri maupun tingkat nasional untuk pembangunan hijau dan rendah karbon," kata Singgih.
Menurutnya, keberadaan kajian dan peta indikatif tersebut menjadi modal penting bagi Mukomuko untuk menunjukkan potensi sekaligus kesiapan daerah kepada lembaga donor maupun mitra pembangunan.
Selain itu, Pemkab Mukomuko juga telah memiliki inisiatif untuk mendorong keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Dukungan dunia usaha diarahkan agar tidak hanya bersifat bantuan sosial, tetapi juga dapat mendukung program pembangunan rendah karbon dan digitalisasi daerah.
"Selain itu kita juga sudah punya inisiatif untuk mendorong CSR sektor swasta membantu program-program pembangunan rendah karbon dan digitalisasi melalui aplikasi digital SiCerdas," ujarnya.
Singgih menyebutkan, berbagai gagasan tersebut juga telah disampaikan dalam forum yang melibatkan perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Bapperida Mukomuko mendapat kesempatan memaparkan inisiatif serta gagasan inovasi daerah di hadapan tim LPPM Universitas Bengkulu (Unib) bersama Bapperida Provinsi Bengkulu.
Forum tersebut menjadi ruang bagi Mukomuko untuk memperkenalkan berbagai langkah yang telah disiapkan daerah dalam menghadapi arah pembangunan yang semakin menitikberatkan pada aspek lingkungan, pengurangan emisi karbon, pemanfaatan teknologi digital serta kolaborasi pendanaan.
"Kemarin kami dari Bapperida Mukomuko diminta oleh tim perguruan tinggi LPPM Unib dan Bapperida Provinsi untuk menyampaikan inisiatif dan gagasan inovasi yang kita miliki," jelasnya.
Dengan sejumlah perangkat kajian, inovasi digital dan pola kolaborasi dengan sektor swasta yang telah mulai dibangun, Mukomuko optimistis dapat menjadi salah satu daerah yang lebih siap di Provinsi Bengkulu dalam menangkap peluang program pembangunan hijau dan pendanaan berbasis karbon.