Damkar Mukomuko Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran

Rabu 28-10-2026,07:00 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mukomuko terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan kebakaran sejak dari lingkungan rumah tangga.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Mukomuko, Juni Kurnia Diana, SAP, mengatakan, sebagian risiko kebakaran dapat diminimalkan apabila masyarakat lebih disiplin memperhatikan kondisi peralatan rumah tangga, terutama kompor, instalasi listrik dan benda-benda yang mudah terbakar.

Salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah penggunaan kompor dan gas. Masyarakat diminta memastikan selang serta regulator gas terpasang dengan erat dan dalam kondisi baik. Setelah selesai memasak, kompor harus dipastikan benar-benar dalam keadaan mati.

“Kompor dan tabung gas harus diperiksa secara rutin. Jangan sampai ada kebocoran yang tidak diketahui. Setelah memasak, pastikan kompor sudah dimatikan,” imbau Juni.

Selain itu, masyarakat diminta tidak menyepelekan instalasi listrik di rumah. Penggunaan terlalu banyak steker atau colokan pada satu stopkontak dapat meningkatkan risiko korsleting dan memicu kebakaran.

Kabel listrik yang terkelupas, rusak atau sudah tidak layak juga harus segera diganti. Masyarakat diminta tidak menggunakan instalasi listrik yang kondisinya membahayakan.

“Jangan menumpuk colokan pada satu stopkontak. Kalau kabel sudah terkelupas atau rusak, sebaiknya segera diganti,” tegasnya.

Juni juga mengingatkan agar benda-benda yang mudah terbakar seperti korek api, lilin dan bahan kimia disimpan di tempat aman, jauh dari jangkauan anak-anak maupun sumber panas.

Kewaspadaan juga harus ditingkatkan ketika rumah ditinggalkan. Sebelum bepergian, masyarakat dianjurkan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan dan mematikan lampu yang tidak diperlukan.

Sebagai langkah antisipasi apabila api telanjur muncul, ia mengimbau masyarakat menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berukuran portabel, terutama di area dapur yang memiliki potensi lebih tinggi menjadi titik awal kebakaran.

Menurut Juni, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran dan mencegah kerugian yang lebih besar.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita waspada. Pencegahan harus dimulai dari rumah masing-masing,” pungkasnya.

Kategori :