MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko masih berada di bawah angka Rp3.000 per kilogram. Kondisi ini terlihat dari harga pembelian di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang berlaku pada Senin (19/10).
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, harga TBS tertinggi tercatat di PT MPRA dan PT DDP, masing-masing sebesar Rp2.950 per kilogram. Sementara harga terendah berada di PT KAS sebesar Rp2.880 per kilogram.
Harga di sejumlah pabrik lainnya yakni PT SAPTA Rp2.940 per kilogram, PT USM Rp2.930 per kilogram, PT KSM Rp2.900 per kilogram, PT SAP Rp2.930 per kilogram, PT SSS Rp2.910 per kilogram, PT MMIL Rp2.920 per kilogram, PT GSS Rp2.920 per kilogram, dan PT BMK Rp2.920 per kilogram.
Dari daftar tersebut, hanya PT USM dan PT BMK yang mengalami kenaikan harga, masing-masing naik Rp30 per kilogram. Sedangkan harga di pabrik lainnya masih bertahan seperti sebelumnya.
Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Mukomuko, Ade Elyan Prasatya, mengatakan harga tersebut merupakan harga pembelian TBS di tingkat pabrik. Harga yang diterima petani ketika menjual melalui pedagang pengumpul atau tengkulak tentunya dapat lebih rendah.
"Data tersebut merupakan harga pembelian di pabrik. Kalau petani menjual sawit melalui tengkulak, harganya tentu berada di bawah harga pabrik," jelas Ade.
Dengan kondisi harga yang masih di bawah Rp3.000 per kilogram, petani sawit di Mukomuko masih harus menghadapi tekanan harga. Selisih harga antara tingkat pabrik dan pedagang pengumpul juga menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan yang diterima petani.
"Jelas perpengatuh, kecuali petani menjual langsung hasil panennya ke pabrik. Ya harapan kita bersama semoga harga sawit bisa kembali naik diatas Rp3.000 per kilogram," pungkasnya.