Bengkulu Jadi Pilot Project KBSB, Pemda Diminta Berikan Dukungan

Minggu 18-10-2026,09:16 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID – Provisi Bengkulu dipastikan menjadi pilot project pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar (KBSB) di Indoneisa, dengan cakupan target yang awalnya 62 menjadi 721 titik.

Seiring dengan itu, pemerintah daerah (Pemda) diharapkan dapat memberikan dukungan, terlebih program KBSB diyakini memiliki manfaat nyata dalam mewujudkan percepatan pembangunan di daerah.

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin diwakili Staf Khusus (Stafsus), Brigje Pol. Esmed Eryadi mengatakan, DPD RI terus matangkan kolaborasi program KBSB bersama Komando Pasukan Khusus (Kopassus), serta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

“Lewat kolaborasi itu, akhirnya dipilihlah Bengkulu sebagai lokasi proyek pertama dan percontohan nasional, yang tidak lepas dari peran kolaboratif tiga terbaik Bengkulu,” ungkap Esmed.

Sehingga, lanjut Esmed, tiga putra asli Bengkulu bersinergi memberi kontribusi nyata untuk Provinsi Bengkulu, dan ini merupakan sebuah investasi besar.

“Kolaborasinya melibatkan Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, Mendes PDT Yandri Susanto dan Panglima Kopassus Letjen TNI. Djon Afriandi, serta anggota DPD RI asal Bengkulu,” kata Esmed saat menghadiri pembukaan KBSB di Balai Semarak Kota Bengkulu, Sabtu 17 Oktober 2026. 

Esmed menambahkan, kolaborasi inilah yang kemudian menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan berbagai pihak, untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Provinsi Bengkulu.

“Besarnya titik target pekerjaan tentunya menggunakan pendanaan yang tidak sedikit, maka seharusnya pemda idealnya memebrikan dukungan penuh terhadap program yang memberikan manfaat nyata dalam pembangunan,” tegas Esmed. 

Sementara itu, Wakil Panglima Kopassus, Mayjen TNI. Ferdial Lubis, MPICT memastikan dukungan pihaknya terhadap pelaksanaan program, dan diharapkan semakin banyak dukungan serta kontribusi dari berbagai pihak yang dapat dibawa ke Bengkulu.

“Sehingga dapat mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ferdial.

Menurut Ferdial, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan, baik melalui pekerjaan fisik maupun kegiatan yang memperkuat kapasitas masyarakat. 

“Kolaborasi ini kemudian menjadi salah satu upaya menghimpun dukungan berbagai pihak untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Provinsi Bengkulu. Target 721 titik didasarkan pada survei dan pemetaan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah,” papar Ferdial.

Lebih lanjut Ferdial mengemukakan, ada sejumlah kegiatan utama dalam pelaksanaan program KBSB ini. Baik itu kegiatan bersifat pembangunan fisik ataupun non fisik.

“Dalam kalender 60 hari kerja KBSB menyasar pada pembangunan fisik sebanyak 614 titik, yang meliputi pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur vital. Sedangkan non fisik seperti bakti sosial kemanusiaan,” demikian Ferdial.

Kategori :