Ia berharap pembangunan dapat kembali dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya dengan dukungan anggaran serta volume pekerjaan yang lebih besar.
BACA JUGA:DBH Sawit Sudah Diproyeksikan, Jalan Trans Lapindo-Kinal Jaya Belum Direalisasikan
Sehingga titik-titik kerusakan jalan yang selama ini menjadi kendala, terutama Tanjakan KB, dapat ikut ditangani.
“Harapan kita tahun depan bisa dilanjutkan lagi dengan anggaran dan volume yang lebih besar, sehingga Tanjakan KB bisa terakomodir.
Syukur-syukur pembangunan bisa tuntas sampai ke ruas jalan Desa Kinal Jaya dan Desa Gembung,” harapnya.
Sriyono menilai, keberadaan ruas jalan tersebut memiliki fungsi yang sangat vital bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Selain menjadi akses utama mobilitas warga, jalan tersebut juga berperan penting dalam mendukung aktivitas perekonomian masyarakat, khususnya dalam mengangkut hasil perkebunan yang menjadi tumpuan ekonomi warga menuju pabrik kelapa sawit (PKS).
BACA JUGA:Rp3 Miliar DBH Sawit Digelontorkan, Jalan Talang Karet Segera Dihotmik
Di sisi lain, kondisi jalan yang baik juga dinilai akan mempermudah masyarakat dalam mengakses pusat-pusat pelayanan dan fasilitas publik.
Karena itu, masyarakat berharap pembangunan ruas jalan tersebut dapat dilakukan secara bertahap hingga tuntas.
Sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan pada satu titik, tetapi mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat di sepanjang wilayah Trans Lapindo, Kinal Jaya hingga Gembung.