BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Kamis 17-09-2026,09:11 WIB
Reporter : Wahyudi Ndut
Editor : Ependi Harian

Sejumlah pendekatan yang dikembangkan antara lain pengambilan keputusan terpadu melalui Heart Team, tata laksana klinis sesuai pedoman, pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR), dan staged revascularization," tambah Pujo.

BACA JUGA:RS Pratama Ipuh Kejar Akreditasi, Pelayanan Pasien BPJS Jadi Target

Pujo menuturkan, BPJS Kesehatan juga mendorong perubahan indikator monitoring mutu penjaminan pelayanan intervensi jantung dari indikator proses menuju indikator outcome. 

Indikator yang dipantau mencakup waktu tanggap kritis, keselamatan pascatindakan, akurasi intervensi, kualitas pemulihan, kepatuhan protokol, serta efisiensi sistem rujukan.

“Kita ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome,” kata Pujo.

Mewakili Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi, Pamen Ahli Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Lingkungan Hidup, Tri Adrijanto Santoso, mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi. 

Kemudahan akses, kecepatan layanan, serta kualitas layanan juga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

BACA JUGA:Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T

"Kodam III Siliwangi mendukung program pemerintah dalam upaya promotif dan preventif, termasuk melalui edukasi kepada masyarakat. 

Dengan kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat menjadi kontribusi positif dalam peningkatan kualitas kesehatan,” ujar Tri.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira Muchlas Fahmi mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi pasien, termasuk dalam pelayanan penyakit jantung beserta berbagai layanan pendukungnya. 

Pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang semakin baik, termasuk bagi pasien JKN, untuk penyakit jantung yang membutuhkan layanan komprehensif dan dukungan berbagai fasilitas pelayanan.

"Pemanfaatan layanan jantung oleh peserta JKN di RS Dustira bisa dikatakan tinggi. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira telah melayani 975 pasien cathlab yang semuanya merupakan peserta JKN,” ungkap Muchlas.

BACA JUGA:Parah! Karyawan Outsourcing Pemkab Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Menurut Muchlas, pelayanan kesehatan merupakan proses yang berkelanjutan sehingga peningkatan kualitas pelayanan perlu dilakukan secara konsisten. 

Selain itu, tidak hanya memberikan pelayanan cepat, dan tepat, tetapi juga aman, bermutu, dan berorientasi pada pasien.

Kategori :