RSMY Miliki Utang Rp60 Miliar, Pelayanan Diminta Tetap Optimal

Selasa 09-06-2026,09:15 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Walaupun Rumah Sakit Umum Daerah dr. M. Yunus (RSMY) Bengkulu masih memiliki utang Rp60 miliar, namun pelayanan terhadap pasien tetap harus optimal seiring dengan rampungnya renovasi gedung Irna Fatmawati.

Ini disampaikan Wakil Ketua (Waka) DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, SE diwawancarai usai melakukan kunjungan ke RSMY Bengkulu, Senin 8 Juni 2026.

"Gedung Irna Fatmawati yang sebelumnya terbengkalai akibat kerusakan, saat ini sudah direnovasi. Tentu dengan rampungnya renovasi itu, pelayanan harus optimal," tegas Teuku.

Menurut Teuku, setelah dilakukan perbaikan, kondisi gedung Irna Fatmawati saat ini mengalami perubahan yang lebih baik. Tapi itu tadi, agar perbaikan tidak sia-sia, maka gedung ini harus difungsikan untuk optimalisasi pelayanan.

"Apalagi fasilitas Penunjang Individu Pasien (PIP), kita lihat tadi juga sudah cukup baik," ungkap Teuku.

Hanya saja, lanjut Teuku, yang tak bisa diabaikan, terkait persoalan klasik yang masih membelit RSMY. Dimana terdapat utang obat, yang angkanya cukup fantastis.

"Total utang yang dimaksud saat ini menembus angka Rp60 miliar, dan itu baru obat saja. Tapi dalam hal ini, kita coba atasi bersama. Diantaranya dengan menyiapkan skema pembayaran," kata Teuku.

Misal, sambung Teuku, dengan skema pembayaran yang menjadi skala priorita, maka sudah barang tentu harus didahulukan. Terpenting itu, utang tersebut harus diselesaikan.

"Salah satu prioritas dan dinilai cukup mendesak, sehingga harus segera kita bahas yakni utang sebesar Rp30. Nanti kita bersama eksekutif bakal mencari skema anggaran yang tepat untuk membantu meringankan beban RSMY," ujar Teuku.

Teuku menambahkan, DPRD Provinsi Bengkulu tentunya tidak bakal tinggal diam selama pihak manajemen rumah sakit ini, juga menunjukkan itikad dan langkah kemajuan dalam pengelolaan RSMY.

"Kalau rumah sakitnya sendiri mau maju, masa kita selaku legislatif, dan eksekutif tidak mau mendukung. Jika mereka mau bergerak, kita support supaya geraknya tidak ada kendala," tambah Teuku.

Lebih lanjut Teuku menyampaikan, dukungan itu tidak bakal diberikan jika pihak RSMY cenderung stagnan, dan tidak menunjukkan perubahan berarti. 

"Makanya kita sangat berharap keseriusan rumah sakit. Ini semata-mata peningkatan layanan kesehatan masyarakat Bengkulu. Kalau mereka sudah mau maju, kita malah diam diri, itu tidak benar. Begitu juga sebaliknya," singkat Teuku.

Kategori :