MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Panjangnya daftar tunggu keberangkatan haji ternyata tak sedikit pun memadamkan semangat warga Kabupaten Mukomuko untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Di tengah realitas antrean yang kian mengular hingga puluhan tahun, justru antusiasme masyarakat terus menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dari waktu ke waktu.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per hari ini mencatat, jumlah calon jemaah haji asal Mukomuko yang telah masuk dalam daftar tunggu mencapai 4.297 orang.
Angka tersebut menjadi gambaran nyata tingginya kesadaran religius masyarakat, sekaligus mencerminkan meningkatnya kemampuan ekonomi warga untuk memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci.
BACA JUGA:Jemaah Haji Mukomuko Rampungkan Tawaf Wada’ dan Bersiap Pulang
Fenomena ini memperlihatkan bahwa haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga menjadi simbol harapan dan tekad panjang yang dipupuk sejak dini.
Meski harus menanti dalam kurun waktu yang tidak sebentar, masyarakat tetap berbondong-bondong mendaftarkan diri, menegaskan bahwa niat suci tak mengenal batas waktu.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko, H. Darmanto, S.H.I., MH, mengungkapkan bahwa tingginya animo masyarakat berdampak langsung pada melonjaknya masa tunggu keberangkatan.
Saat ini, warga yang baru mendaftar diperkirakan baru dapat berangkat sekitar 30 tahun mendatang.
BACA JUGA:Seluruh Jemaah Haji Sehat, Tiba di Mukomuko Selasa Depan
“Ini merupakan konsekuensi dari tingginya minat masyarakat serta adanya penyesuaian kuota di tingkat provinsi. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap mendaftar sejak dini,” ujarnya.
Di balik panjangnya antrean, tersimpan pesan kuat tentang kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan.
Banyak warga memaknai masa tunggu tersebut sebagai bagian dari proses spiritual, sembari mempersiapkan diri baik secara fisik, mental, maupun finansial.
Pihaknya pun terus mendorong masyarakat agar tidak ragu mengambil langkah awal.
Selagi memiliki kemampuan, pendaftaran sejak dini menjadi ikhtiar penting agar kesempatan menunaikan ibadah haji tetap terbuka di masa mendatang.