Jika badan jalan sampai terputus, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Desa Bukit Indah
Tetapi juga warga dari desa-desa lain yang selama ini mengandalkan ruas jalan tersebut sebagai jalur utama transportasi.
Rifqi menegaskan bahwa kelancaran akses transportasi sangat berpengaruh terhadap roda perekonomian masyarakat.
Distribusi hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghasilan utama warga akan terganggu apabila akses jalan tidak dapat dilalui secara normal.
Begitu pula dengan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan maupun akses pendidikan.
BACA JUGA:Polisi Pasang Peringatan Bahaya di Jalan Patah Bukit Indah-Kualalangi
“Jalan ini merupakan urat nadi masyarakat. Hampir seluruh aktivitas warga bergantung pada akses ini. Jika sampai putus, tentu akan sangat menghambat mobilitas masyarakat, distribusi hasil usaha warga, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas pendidikan anak-anak sekolah,” katanya.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, kerusakan yang terus membesar juga dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi patahan yang semakin dalam kerap menimbulkan kecelakaan, terutama bagi pengendara yang melintas pada malam hari atau saat cuaca buruk.
Atas dasar itu, Pemerintah Desa Bukit Indah berharap Pemprov Bengkulu tidak menunggu hingga kerusakan bertambah parah atau bahkan menyebabkan jalan terputus total.
Langkah penanganan dini dinilai akan lebih efektif dan menghindarkan pemerintah dari kebutuhan biaya perbaikan yang lebih besar di kemudian hari.
“Kami berharap pemerintah segera mengalokasikan perhatian terhadap kerusakan tersebut mengingat status jalan tersebut merupakan jalan provinsi yang menjadi salah satu jalur penting penghubung aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Ketahun dan sekitarnya. Dengan penanganan yang cepat, diharapkan akses transportasi masyarakat tetap terjaga dan potensi kerugian akibat putusnya jalur penghubung utama dapat dihindari,” demikian Kades.