BENGKULU, RADARUTARA.ID - Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dan Mukomuko (MM) menjadi role model, terutama dalam penyaluran Dana Desa (DD) Tahap II dari total sembilan kabupaten di Provinsi Bengkulu.
Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, Selasa 19 Mei 2029.
"Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko memiliki kisah sukses terbesar pada periode ini, dan patut menjadi rujukan bagi kabupaten lain di Provinsi Bengkulu terkait penyaluran DD," ungkap Irfan.
Menurut Irfan, kisah sukses tersebut tentunya melalui sinergi yang solid dengan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) setempat, dimana kedua pemerintah daerah (Pemda) ini berhasil memimpin realisasi pencairan DD tahap kedua.
"Bahkan kedua kabupaten ini, paling cepat dibandingkan dengan daerah lainnya," kata Irfan.
Irfan menjelaskan, hingga Senin 18 Mei 2026, sebanyak 181 desa di kedua kabupaten ini telah menerima penyaluran DD Tahap II dengan total sekitar Rp29,45 miliar.
"Mukomuko melalui KPPN Mukomuko menjadi bintang utama se-Provinsi Bengkulu, dengan penyaluran totalnya mencapai Rp38,62 miliar atau 90,67 persen," jelas Irfan.
Khusus Tahap II, lanjut Irfan, dari total 148 desa di Kabupaten Mukomuko, 123 desa diantaranya telah sukses menerima kucuran DD senilai Rp19,91 miliar.
"Angka ini merupakan yang tertinggi di seluruh wilayah Bengkulu," ujar Irfan.
Sedangkan Bengkulu Utara, sambung Irfan, melalui KPPN Bengkulu menyusul sebagai Pemda berkinerja unggul kedua dengan total realisasi sebesar Rp34,25 miliar atau 55,94 persen.
"Sebanyak 58 desa dari total 215 desa di Kabupaten Bengkulu Utara, telah mencairkan DD Tahap II dengan nilai penyaluran sebesar Rp9,54 miliar," beber Irfan.
Irfan menambahkan, keberhasilan Kabupaten Bengkulu Utara dan Mukomuko ini bukan sekadar deretan angka, melainkan bukti nyata komitmen penyelesaian administrasi yang cepat, dan juga koordinasi desa yang tanggap.
"Bukan hanya itu, kedua kabupaten ini terbukti berkomitmen menyelesaikan asistensi dari Kanwil DJPb dan KPPN, sehingga mampu menghadirkan DD lebih awal bagi masyarakat," tambah Irfan.
Lebih lanjut Ifran mengemukakan, pihaknya secara khusus menjadikan pencapaian ini sebagai momentum untuk mendorong, dan menginspirasi pemerintah kabupaten lainnya di Provinsi Bengkulu.
"Agar segera mengambil langkah percepatan yang sama, mengingat masih banyak desa yang saat ini belum salur," papar Irfan.