MUKOMUKO, RADARUTARA.ID– Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko memastikan tidak ada temuan penyakit menonjol selama periode libur Lebaran Idul Fitri 2026.
Kondisi ini menunjukkan situasi kesehatan masyarakat relatif stabil meski terjadi peningkatan aktivitas dan mobilitas warga.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, menyampaikan bahwa hingga pasca libur Lebaran, laporan dari seluruh fasilitas layanan kesehatan tidak menunjukkan adanya lonjakan kasus penyakit tertentu yang bersifat signifikan.
"Pemantauan sudah dilakukan secara menyeluruh melalui puskesmas, rumah sakit, serta pos pelayanan kesehatan yang tetap beroperasi selama masa libur.
Hasilnya, pola penyakit yang muncul masih tergolong normal dan tidak berbeda jauh dibandingkan hari-hari biasa," katanya.
Ia menjelaskan, kasus yang tercatat umumnya hanya penyakit ringan seperti gangguan pencernaan, kelelahan, serta penyakit musiman yang lazim terjadi saat perubahan pola makan dan aktivitas masyarakat selama Lebaran.
Namun, jumlahnya tidak sampai mengarah pada kejadian luar biasa.
Pihaknya juga menilai kesadaran masyarakat terhadap kesehatan cukup baik.
Hal ini terlihat dari minimnya kasus yang membutuhkan penanganan serius, serta tidak adanya laporan peningkatan penyakit menular yang mengkhawatirkan.
"Selain itu, kesiapsiagaan tenaga kesehatan selama libur turut menjadi faktor pendukung. Pelayanan kesehatan tetap berjalan, termasuk sistem piket tenaga medis dan kesiapan fasilitas di berbagai titik layanan," jelasnya.
Meski kondisi terpantau aman, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat pasca Lebaran.
Perubahan pola makan yang tidak terkontrol selama hari raya berpotensi memicu gangguan kesehatan jika tidak segera diimbangi dengan pola hidup yang lebih baik.
"Kami memastikan pemantauan akan terus dilakukan, terutama dalam beberapa hari ke depan pasca arus balik, guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus penyakit akibat kelelahan perjalanan maupun perubahan cuaca," pungkasnya.