Kenapa Jeruk Mandarin Identik dengan Tradisi Perayaan Imlek? Ini Alasannya

Jumat 06-02-2026,14:11 WIB
Reporter : Fauziah Rahimi
Editor : Septi Maimuna

RADARUTARA.ID - Jeruk mandarin identik dengan tradisi perayaan Tahun Baru Imlek di banyak komunitas Tionghoa, terutama di Indonesia. 

Alasannya, buah ini menjadi simbol keberuntungan dan juga harapan baik di awal tahun baru.

Kata jeruk dilafalkan sebagai (橘 jú), terdengar serupa dengan kata “beruntung” (吉 jí) dalam bahasa Mandarin atau Kanton.

Kesamaan bunyi tersebut menjadikan jeruk dipercaya mendatangkan rezeki dan kemakmuran.

Warna oranye cerah dari jeruk mandarin diyakini menyerupai emas. 

Sedangkan emas melambangkan kekayaan, stabilitas ekonomi, dan juga kesejahteraan keluarga.

Bukan hanya warna, bentuk jeruk yang bulat menyimpan arti filosofi tersendiri.

Bentuk tersebut melambangkan keutuhan, persatuan, dan juga hubungan keluarga yang harmonis.

Di Indonesia, buah ini juga umum disajikan kepada tamu sebagai tanda doa dan juga penghormatan. 

Keluarga biasanya menukar ataupun memberikan dua buah jeruk kepada tamu atau kerabat, yang bermakna mendatangkan keberuntungan ganda.

Tradisi memberikan jeruk juga mencerminkan nilai sosial dalam budaya Tionghoa. 

Memberi jeruk maknanya menyampaikan niat baik tanpa kata-kata.

Jeruk mandarin bujan hanya dikonsumsi, tetapi juga dipakai sebagai bagian dari persembahan. 

Penempatan jeruk di altar mencerminkan harapan akan keberkahan bagi keluarga.

Sebenarnya, Imlek memang sarat dengan simbol dan makna filosofis bahkan dalam elemen-elemen terkecil yang ada. 

Kategori :