Pastikan kamu sering membuka jendela, khususnya saat ada paparan sinar matahari.
Udara segar dan panas yang masuk dapat membantu mengurangi intensitas uap air di dalam ruangan, membiarkan rumah "lega".
3. Gunakan Bantuan Dehumidifier
Sebagai pelengkap untuk membuka jendela, memasang alat penyerap kelembapan (dehumidifier) menjadi cara paling tepat untuk mengusir kelembapan yang bersumber dari kondensasi.
Alat ini akan aktif menarik uap air dari udara, sehingga dinding lama kelamaan bisa kembali pada kondisi normal.
4. Aplikasikan Cairan Anti-Jamur (Fungisida)
Jika kamu memiliki dinding yang mulai ditumbuhi jamur, cepat atasi sebelum masalahnya menyebar.
Sebelum menyemprotkan cairan fungisida (anti-jamur), bersihkan dulu area berjamur dengan menggunakan lap kering.
Lalu, semprotkan cairan pembasmi jamur pada area yang terinfeksi.
5. Perbaiki, Tambal, dan Cat Ulang Dinding
Ini menjadi tahap akhir setelah sumber kelembapan diatasi dan jamur dibersihkan. Proses ini membutuhkan ketelitian:
- Persiapan Larutan Cuka:
Campurkan air dan cuka ke dalam botol semprot.
Gunakan perbandingan 1:1 kalau dinding sangat parah dengan jamur, atau 5:1 untuk jamur yang tidak terlalu banyak.
Semprotkan larutan ini pada area dinding yang lembap.
- Kerok dan Amplas: