Bentuk Transparansi, Pemdes Wonoharjo Undang Tripika Monev Pembangunan 2025
--
GIRI MULYA - Pemerintah Desa (Pemdes) Wonoharjo menunjukkan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang terbuka dan akuntabel dengan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) fisik pembangunan Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan yang melibatkan Tripika (Tiga Pilar Kepolisian, TNI, dan Pemerintah kecamatan) serta lembaga desa ini dilaksanakan pada Selasa, 23 Desember 2025, di lokasi pembangunan di wilayah RW 2 dan RW 3.
Kegiatan Monev dihadiri langsung oleh Camat Giri Mulya, Kapolsek Giri Mulya, Babinsa, Babinkamtibmas, Pendamping Teknis Desa, Pendamping Lokal Desa, serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Hadir pula Kades Wonoharjo, Hariyanto, beserta seluruh perangkat desa.
Pemantauan lapangan difokuskan pada sejumlah infrastruktur yang dibangun dengan dana APBDes 2025. Salah satu capaian yang disoroti adalah pembangunan cor blok.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengukuran di lapangan, pembangunan infrastruktur tersebut dinyatakan selesai dibangun dengan baik, tidak ada temuan penyimpangan, dan pelaksanaannya sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan dalam APBDes 2025.
Kepala Desa Wonoharjo, Hariyanto, dalam pernyataan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari prinsip transparansi yang dipegang teguh oleh pemerintah desa.
Sehingga, kehadiran para pemangku di wilayah Kecamatan Giri Mulya menjadi bagian penting dalam memperkuat pertanggungjawabkan pembangunan selama tahun 2025.
“Kegiatan ini merupakan bagian transparansi Pemdes Wonoharjo. Tujuannya agar semua pembangunan fisik dilaksanakan sesuai perencanaan yang telah disepakati, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Hariyanto juga menyampaikan harapannya atas hasil pembangunan yang telah dievaluasi.
Keikutsertaan unsur Tripika (Camat, Kapolsek, Danramil/Babinsa) dan lembaga desa dalam proses Monev ini dianggap sangat penting.
“Semoga infrastruktur yang telah dibangun ini bermanfaat dan bertahan lama untuk kebutuhan masyarakat Wonoharjo,” tambahnya.
Selain sebagai bentuk pengawasan kolektif, hal ini juga memperkuat sinergi antarlembaga dalam memastikan program pembangunan desa berjalan lancar, tepat sasaran, dan bebas dari praktik yang tidak sesuai aturan.
“Dengan dilakukannya evaluasi terbuka ini, Pemdes Wonoharjo berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan dan pembangunan desa, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pembangunan di wilayahnya,” pungkas kades.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: