Mitos Larangan Mendaki Gunung Lawu dengan Jumlah Ganjil, Benarkah Bisa Mendatangkan Kesialan?
Mitos Larangan Mendaki Gunung Lawu dengan Jumlah Ganjil, Benarkah Bisa Mendatangkan Kesialan?--
RADARUTARA.ID - Mendaki gunung kini telah menjadi salah satu aktivitas favorit dalam dunia traveling.
Selain menantang fisik dan menguji keberanian, banyak orang yang mendaki untuk menikmati keindahan alam yang menakjubkan dari puncaknya.
Namun, di balik semua keseruan tersebut, ada cerita dan aturan mistis yang membuat pendakian semakin menarik dan penuh misteri.
Beberapa gunung di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa, dipercaya sebagai tempat yang sakral dan penuh aura gaib, yang memunculkan berbagai larangan unik yang harus diikuti oleh para pendaki.
Salah satunya adalah larangan mendaki dengan jumlah pendaki ganjil.
Gunung-gunung seperti Gunung Lawu, Gunung Slamet, Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan Gunung Semeru, misalnya, memiliki aturan tidak tertulis yang cukup keras terkait jumlah pendaki.
Jika kamu berencana untuk mendaki ke salah satu gunung ini, ada baiknya memastikan jumlah anggota dalam rombongan adalah genap.
Mengapa? Karena menurut mitos yang beredar, jika rombongan mendaki dengan jumlah ganjil, maka akan ada "penambahan" anggota yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Seolah-olah, jumlah rombongan yang ganjil itu harus dipasangkan, dan "sesuatu" akan menggenapkannya.
Gunung Lawu, misalnya, memiliki aura mistis yang sangat kuat. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini memang terkenal sebagai pusat spiritual bagi masyarakat Jawa.
Dengan ketinggian 3.265 mdpl, Gunung Lawu bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis.
Menurut Bintang Lawu, seorang ahli dan penjaga Gunung Lawu, gunung ini dikenal sebagai tempat peradaban pertama kerajaan-kerajaan besar di Pulau Jawa.
Bahkan, dipercaya bahwa raja pertama di Jawa adalah utusan dewa yang terpesona oleh keindahan Gunung Lawu.
Banyak pendaki yang merasakan kehadiran kekuatan gaib ketika berada di sana, dan oleh karena itu, pendakian harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: